Residensi

HotWave

kiri ke kanan: Restu Ratnaningtyas, Lotte Geeven, dan Tim Woodward

kiri ke kanan: Restu Ratnaningtyas, Lotte Geeven, dan Tim Woodward

Mengikuti kesuksesan program ‘Landing Soon’ yang menggabungkan seniman Belanda dan Indonesia dalam satu program residensi, mulai bulan Oktober 2010, Rumah Seni Cemeti meluncurkan program residensi terbaru bertajuk 'HotWave'. Program residensi ini melibatkan tiga seniman dari tiga negara yang berbeda selama kurun waktu tiga bulan. Dua periode residensi HotWave akan dilangsungkan pada bulan April – Juni dan bulan September – November. Pada setiap akhir masa periode residensi akan diadakan sebuah pameran dan presentasi hasil karya seniman selama residensi.

Melalui program residensi ini, Rumah Seni Cemeti bermaksud memfokuskan pada pentingnya praktik seni dengan perhatian pada proses-proses seni serta pengalaman-pengalaman sosial dan inovatif. Para seniman diberi kesempatan untuk berkonsentrasi dalam berkarya, melakukan eksperimen dan berinteraksi dengan seniman lain, kalangan profesional dan komunitas tertentu. Model yang berbeda dieksplorasi dengan tujuan untuk bekerja pada wacana kritikal dan bentuk seni visual yang beragam.

Seniman yang dapat mengikuti program residensi HotWave adalah seniman dari Belanda, Indonesia, dan Australia atau dari negara lain (diutamakan dari Asia).

 

Seniman Belanda

Bekerja sama dengan Heden, Den Haag, Rumah Seni Cemeti mendatangkan langsung seniman Belanda untuk dua kali periode dalam satu tahun, satu seniman dalam setiap periode. Dalam program residensi HotWave, seniman Belanda akan didukung sepenuhnya oleh Heden. Seniman Belanda yang berminat dapat melamar langsung dalam seleksi yang diadakan oleh Heden, Den Haag.

Seniman Indonesia

Dua seniman Indonesia dapat mengikuti program residensi HotWave untuk dua kali periode residensi tiap tahunnya, yang terbagi satu seniman untuk satu periode. Seniman dari Indonesia yang mengikuti program residensi HotWave didukung sepenuhnya oleh Heden – Den Haag, Kedutaan Besar Belanda – Jakarta, dan Hivos – Jakarta. Rumah Seni Cemeti tidak selalu mengumumkan lamaran terbuka untuk setiap periode residensi. Seniman yang berminat dapat mengirimkan aplikasi berupa proposal yang berisi tujuan dan gagasan untuk mengikuti program residensi (maksimal 1000 kata), satu CD berisi karya terbaru dalam dua – tiga tahun terakhir, CV dan foto diri.

Seniman Australia

Bekerja sama dengan Asialink, Rumah Seni Cemeti mendatangkan langsung satu seniman Australia untuk satu periode residensi setiap tahunnya (untuk periode bulan September – November). Dalam program residensi HotWave, seniman Australia akan didukung sepenuhnya oleh Asialink. Seniman Australia yang berminat dapat melamar langsung dalam seleksi yang diadakan oleh Asialink, Australia.

Seniman Lain (diutamakan dari Asia)

Rumah Seni Cemeti membuka kesempatan bagi satu seniman lain untuk mengikuti satu periode residensi HotWave setiap tahunnya (untuk periode bulan April – Juni). Tidak ada dukungan finansial yang tersedia bagi seniman lain dalam program residensi ini. Seniman yang berminat dapat mengirimkan aplikasi berupa proposal yang berisi tujuan dan gagasan untuk mengikuti program residensi (maksimal 1000 kata), satu CD berisi portofolio karya terbaru dalam dua – tiga tahun terakhir, CV dan foto diri, serta rencana pembiayaan dari institusi/pihak yang dapat mendanai keikutsertaan seniman dalam program.

Fasilitas Residensi

Dalam setiap periode residensi, seniman akan diberi pendampingan dalam melakukan riset dan eksperimen gagasan bersama Rumah Seni Cemeti dan seorang asisten, serta akan mendapat fasilitas berupa akomodasi (bagi seniman di luar Indonesia), biaya hidup harian, biaya riset, dan pembuatan karya, serta pengadaan publikasi/katalog*.

 

*) Bagi Seniman Australia dan seniman lain, besar biaya hidup harian, pembuatan karya dan pengadaan katalog akan sangat tergantung pada kesediaan dana dari donor, silakan konsultasikan dengan penyedia donor untuk informasi yang lebih lanjut.