Merchandise › Buku

Penulis : Para kritikus seni Nasional dan Internasional, Kurator-kurator Indonesia, Art Dealer, Seniman, Sastrawan  dan beberapa Kolektor Nasional seperti Hendro Wiyanto, Rizki A. Zaelani, Hou Hanru, Goenawan Mohamad, Oei Hong Djien, Asmudjo Jono Irianto, Gridthiya Jeab Gaweewong, Eko Nugroho, Christine Clark dan Masahiro Ushiroshoji serta masih 30 penulis dan komentator lainnya.

Penerbit :  Rumah Seni Cemeti tahun 2003
Ukuran dan tebal buku : 22 x 31 cm, 248 halaman penuh warna, dwi bahasa ( Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia )
Harga: Rp. 90.000 [umum] | Rp. 65.000 [pelajar/mahasiswa]

Buku ini menggambarkan upaya/usaha Rumah Seni Cemeti dalam mencari pola pengelolaan galeri untuk seni rupa kontemporer di Indonesia yang kontekstual sekaligus internasional sejak Galeri Cemeti didirikan tahun 1988; dimana karya-karya seni rupa altenatif dan para senimannya pada masa kejayaan rezim Soeharto sangat di-marjinalkan. Pada tahun 1995 Galeri Cemeti menjadi inspirasi dan menstimulasi berdirinya lembaga lain : Yayasan Seni Cemeti, yang memfokuskan diri pada pengembangan wacana dengan penelitian-penelitian serta program-program pelatihan dan pendidikan apresiasi. Selanjutnya Galeri Cemeti berganti nama menjadi Rumah Seni Cemeti tahun 1999, dengan kepemilikan bangunan arsitektur galeri yang dirancang khusus oleh arsitek Eko Prawoto; dan terus aktif merancang kerja kuratorial dalam pameran-pamerannya hingga kini.

Buku ini juga dilengkapi dengan katalog proyek presentasi dan pameran senirupa tiga jaman : Exploring Vacuum.

Penulis :
Alia Swastika dengan esainya 'Sanggul Menyanggul Menjadi Jawa'
Farah Wardani dengan esainya 'Melihat Kembali Potret Lelaki Jawa Itu_Sebuah Latihan Intersubyektifitas'
Iola Lenzi dengan esainya 'Visi Prismatis: Genealogi Konde Yang Masih Terus Berkembang Dalam Seni Rupa Nindityo Adipurnomo'
Amanda Katherine Rath dengan esainya 'Membaca Percakapan Elemen Melalui Hubungan Antagonistik'

Ukuran dan tebal buku : 17,5 x 24 cm, 96 halaman dengan 56 halaman penuh berwarna.
Penerbit : Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta, 2007, dwi bahasa (Inggris dan Indonesia).
Harga: Rp. 50.000

Buku ini tidak dimaksudkan sebagai katalog dari suatu promosi pameran karya-karya Nindityo Adipurnomo dari periode produksi tertentu. Akan tetapi lebih merupakan gambaran dari perjalanan gagasan kesenian Nindityo selama kurun waktu bekerja dengan Genealogi Sanggul Jawa. Disajikan dengan tulisan analitis oleh keempat penulis yang kebetulan semuanya perempuan. Karya-karya yang ditampilkan diseleksi oleh Nindityo sendiri menyesuaikan dengan kebutuhan serta perhatian para penulis yang mengulas karyanya dari berbagai sudut pandang secara sangat analitis dan kritis.

Penulis : Puthut EA  |   Foto : Davy Linggar
Ukuran dan tebal buku : 18,5 x 28 cm, 313 halaman, bahasa Indonesia
Harga: Rp. 200.000

Halaman-halaman buku ini memaparkan kisah hidup tiga perupa muda Indonesia (S. Teddy D. | Toni Volunteero | Bob 'Sick' Yudhita), lengkap dengan kegilaan, kekonyolan, kisah cinta, proses kreatif, impian dan jalinan persahabatan di antara mereka. Buku ini juga menempatkan kisah mereka di dalam konteks sosial dan politik, juga di telatah seni rupa Indonesia. Penulisan kisah ini sekaligus sebagai sebuah upaya untuk menambah khasanah gagrak buku sejarah hidup manusia, yang di dalam perkembangan ilmu sosial semakin dirasa penting.

Ditulis dengan meminjam elemen-elemen penting prosa, seperti pengembangan karakter para tokoh dan penggarapan alur cerita, diharapkan bagi para pembaca buku ini, mereka akan merasa asyik menekuri halaman demi halaman sebagaimana menikmati sebuah novel yang memikat.

Penulis:
Agung Hujatnikajennong | 'Kamar Pas'
Adeline Ooi | 'Ngobrol Dengan Mella Jaarsma' & ''Cari Perlindungan'
Meta Knol | 'Eksistensialisme Mella Jaarsma'
Eko Prawoto | 'Membaca Si Seniman'

Ukuran dan tebal buku: 22,5 cm x 15,5 cm, 200 halaman penuh berwarna.

Penerbit: Selasar Sunaryo Art Space, Cemeti Art House, Mella Jaarsma & penulis, 2009; dwi bahasa (Inggris/Indonesia)

Harga: Rp. 50.000

Buku ini diterbitkan untuk pameran 'The Fitting Room' karya Mella Jaarsma di Galeri Nasional, Jakarta dari 27 Oktober-8 November 2009 dan di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung dari 14 November-6 Desember 2009.

Penulis: Omi Intan Naomi

Penerbit: Museum Dan Tanah Liat, 2008; dwi bahasa (Inggris/Indonesia)
Ukuran dan tebal buku: 24 cm x 16,5 cm, 483 halaman
Harga: Rp. 250.000 
 

Penulis: Nuraini Juliastuti, Yuli andari Merdikaningtyas

Penerbit: Indonesian Visual Art Archive (IVAA), 2007, dwi bahasa (Inggris/Indonesia)
Ukuran dan tebal buku: 24 cm x 17,5 cm, 160 halaman
Harga: Rp. 125.000

Penulis:
1. Inge Widjajanti (Semarang)
2. Ay Mey Lie (Amsterdam)
3. Asmudjo Jono Irianto (Bandung)
4. Peter Lee (Singapura)

Ukuran: 24,5 cm x 18,5 cm, 128 halaman penuh warna, dwi bahasa (Inggris/Indonesia)

Penerbit: Galeri Semarang bersama Nindityo Adipurnomo dan Mella Jaarsma, 2012

Harga: Rp 75,000

TERBITAN BARU!

Buku ini diterbitkan untuk pameran 'Toekar Tambah' karya Nindityo Adipurnomo dan Mella Jaarsma di Galeri Semarang, tanggal 19 Februari - 10 Maret 2012. Proyek seni rupa ini merupakan hasil kerja Nindityo Adipurnomo dan Mella Jaarsma dalam upaya pengayaan interpretasi budaya hibrid (Belanda, Cina, dan Jawa) yang disebut dengan Peranakan.

Penulis:
1. Dolorosa Sinaga | Taring Padi: Bukan Demi Wacana Seni Rupa
2. Kiswondo | Ikonografi Manusia Separuh Anjing: Kampanye Antimiliterisme Dalam Karya-karya Taring Padi
3. Martin Aleida | Sebuah Gagasan Yang Tak Mati-mati
4. Kiswondo | Produksi Respon Taring Padi Terhadap Konflik Horisontal
5. Wulan Dirgantoro | Ideologi Itu Berkelamin: Representasi Perempuan Dalam Karya-karya Taring Padi
6. Yayak Yatmaka | Buruh Bersatu, Tak Terkalahkan
7. Bambang Agung | Menolak Ndoro Londo Balik Lagi, atau Globalisasi
8. Rheinhard Sirait │  Koruptor Disayang Tuhan
9. Emilia Javanica │ Omah Buku Taring Padi dan Aktivitas Edukasi Lainnya
10. Jeffar Lumban Gaol │ Musik Taring Padi Sebagai Instrumen Penyadaran
11. Erpan Faryadi │ Reforma Agraria Sebagai Tuntutan Pokok Dalam Perjuangan Kaum Tani Indonesia
12. Marco Kusumawijaya │ Kondisi Manusia Dalam Persoalan Lingkungan
13. Alexandra Crosby │ Membangun Jaringan Kebudayaan Global

Penerbit: Lumbung Press, Sembungan Dk.XIX, Rt.02, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
Ukuran dan tebal buku : 24.3 cm x 19.5 cm, 338 halaman, dwi bahasa (Inggris dan Indonesia)
Harga: Rp 300,000

Buku ini adalah retrospeksi karya kolektif Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi (atau populer dengan akronim "TP") yang berdiri di akhir 1998. Di dalamnya, 13 tema memilah karya-karya mereka, dengan satu tulisan "pembacaan" menyertai setiap kategori tema. Dengan pengategorian dan pembacaan, buku ini mendokumentasikan reaksi radikal pekerja seni seperti TP, atas perubahan sosial politik di Indonesia sejak Reformasi 1998. Bentuk reaksi itu adalah kerja seni kolektif yang progresif, inklusif, militan dan berkelanjutan sampai sekarang.

Penulis:
1. Adeline Ooi │ The Space Between Eko and Nugroho
2. Enin Supriyanto │ Eko Nugroho: I Came, I Saw, We Worked Together....An Interview with Eko Nugroho

Ukuran dan tebal buku: 20.2 x 26.6 cm, 180 halaman
Penerbit: Daging Tumbuh Studio, 2011
Hanya tersedia dalam Bahasa Inggris
Harga: Rp 300,000

Penulis: Andre Tanama, Adinto Fajar, Vera Wijaya, Nia Dianti, sukma Swarga Tiba
Ukuran dan tebal buku: 19 x 24 cm, 196 halaman
Penerbit: Syang art space Magelang, 2010
Harga: Rp 30.000

Penulis: Whanny Darmawan
Ukuran dan tebal buku: 12 x 19 cm, 264 halaman
Penerbit: Omahkebon, 2011
Harga: Rp 50.000

Penulis: Whanny Darmawan
Ukuran dan tebal buku: 11 x 18 cm, 204 halaman
Penerbit: Omahkebon, 2012
Harga: Rp 50.000